Pengalaman belajar saya dimulai dari usia 3 tahun, yaitu pra sekolah. Pada saat itu saya tidak mengalami Pendidikan formal seperti TK, namun saya di fasilitasi perangkat pembelajaran oleh ibu saya seperti buku ajar, buku tulis dan alat tulis hitung lainnya (missal, sempoa, jarimatika dll). Saya di tekankan untuk bisa memahami semuanya, seperti membaca, menulis, dan menghitung sebelum memasuki usia ke-6 (di tahun 2004) .
Pada saat usia 6-12 tahun saya memasuki masa
sekolah dasar, dimana pembelajarannya masih menggunakan papan tulis, buku cetak
dan bahan ajar lainnya, teknologi saat itu sudah merasakan adanya facebook,
twitter, gmail, karena adanya pelajaran komputer, sehingga bisa mengenal
tenologi dan saat itu saya menggunakan perangkat komputer lainnya, seperti
disket, CPU, keyboard, mouse namun semuanya masih dalam bentuk eksternal, missal
mousenya masih menggunakan kabel, jaringan internet masih menggunakan kabel
penghubung, kemudian masih merasakan telepon rumah dan telepon umum, sebagai
sarana komunikasi.
Kemudian, pada saat menduduki masa sekolah
menengah dimana perkembangan teknologi sudah mulai maju, guru-guru sudah
menggunakan proyektor dan laptop sebagai perangkat pembelajaran, sudah terdapat
warnet (warung internet) yang bisa di akses 3000/jam. Dengan adanya warnet
siswa bisa mengeprint dan membuat makalah, serta bisa browsing untuk hal-hal
lainnya yang dapat memudahkan peserta didik dalam mengerjakan tugas pelajaran. Sudah
terdapat handphone yang bisa di isi pulsa atau paket data, kemudian tempat penyimpanan
memory card, dan flashdisk. Sudah banyak menggunakan camera handycamp dan lain
sebagainya.
Selanjutnya, pada saat menduduki masa sekolah
menengah atas, siswa sudah lebih hebat lagi dalam menggunakan teknologi, dimana
guru bukan lagi sebagai teacher center, melainkan siswa lebih banyak dan lebih
luas pengetahuannya, bisa belajar darimana saja dan kapan saja, seperti bisa
menggunakan hp untuk mengerjakan tugas, terdapat banyak aplikasi pembelajaran
yang mendukung siswa untuk belajar, namun disini siswa di uji dengan penggunaan
teknologinya, karena teknologi sudah menyeluruh dunia, siswa berteman bukan lagi
anatar sekolah ataupun wilayah, namun pertemanannya sudah menyeluruh dunia. Berita-berita
diseluruh dunia sudah banyak ter-update di dunia maya, tidak lagi
mengandalkan berita di TV, maka dari itu pastinya ada siswa yang menyalahgunakan
teknologi. Hal ini kembali lagi pada karakterisitik masing-masing setiap siswa,
dan juga pengawasan dari orang tua dan guru.
Selanjutnya di masa kuliah sampai saat ini semua serba menggunakan teknologi, bahkan tidak lepas dari teknologi, karena teknologi sangat berperan penting dalam semua aspek kehidupan, tidak hanya dalam prose pembelajara, apalagi semenjak terjadinya covid-19, semua menggunakan teknologi dari mulai bangun tidur sama tidur pasti menggunakan teknologi, pembelajarannya di kuliah seperti membuat tugas, presentasi, berdiskusi antar mahasiswa dan dosen sudah menggunakan teknologi seperti, zoom, gmeet, aplikasi pembelajaran menggunakan website, gmail kampus, canva, quiziz, virtual lab, e-book, jurnal internasional, jurnal nasional. Sehingga buku cetak tidak lagi sebagai perangkat utama atau sumber utama dalam ilmu pengetahuan. Buku cetak saat ini hanya sebagai perangkat ajar pendukung untuk pembelajaran lainnya. Jadi teknologi sangat diperlukan, dan pastinya seiring berjalannya waktu dan berkembangnya zaman, teknologi juga akan semakin berkembang.
Created by : Amrina Rosyada_Mhs PPG Prajab 2023